Tanggapi Keluhan Masyarakat, Komisi 1 DPRD Kota Pagar Alam Tinjau RSUD Besemah

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Komisi 1 DPRD Kota Pagar Alam Tinjau RSUD Besemah

 

Bagian Hukum dan Persidangan Sekretariat DPRD Kota Pagar Alam

 

PAGAR ALAM- Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat, Komisi I, II dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam serentak turun ke lapangan di sejumlah titik seperti, Pasar Terminal Nendagung, Desa Pelang Kenidai serta RSUD Besemah.

Ketua DPRD Kota Pagar Alam, Jenni Shandiyah ketika di wawancarai mengatakan bahwa, kegiatan yang dilakukan adalah bagian fungsi Anggota DPRD Kota Pagar Alam dalam menyikapi banyaknya keluhan masyarakat di lapangan.

Menurut Jenni, tidak sedikit terdapat keluhan dari pasien baik itu dari sisi pelayanan maupun fasilitas yang ada.

“Seperti halnya wc yang dari tahun ketahun selalu dikeluhkan oleh masyarakat yang berurusan ke RSUD Besemah,” katanya.

Selain itu, kata Jenni, dengan merebaknya wabah Covid -19 sekarang ini, juga dibahas dengan RSUD dan Dinas Kesehatan selaku ledding sektor dalam mengantisipasi wabah tersebut agar tidak masuk ke Kota Pagar Alam.

“Sehingga kita merekomendasikan agar sesegera mungkin RSUD dan Dinkes mensosilaisasikan hal tersebut ke masyarakat,” ujarnya seraya mengatakan bahwa dalam kunjungan tersebut RSUD dan Dinkes sudah ada juknis untuk melakukan sosialisasi.

Dirinya mengatakan, Meskipun kecil kemungkinan terjadi di Kota Pagar Alam, Namun dirimya mengimbau agar tetap mewaspadai Covid -19 atau Corona. Karena tingkat keluar masuknya masyarakat Pagar Alam yang keluar negeri itu sangatlah sedikit, kecuali ibadah umroh. Itupun sekarang sedang ditutup sementara oleh pemerintah arab saudi.

“Begitu juga sebaliknya, dengan orang-orang luar negeri ataupun wisatawan yang datang ke Pagar Alam boleh dibilang hampir tidak ada,” terang Jenni.

Dan yang terpenting, tegas politis partai NasDem ini, Pemerintah Kota dalam hal ini RSUD dan Dinkes harus lebih gencar untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat upaya memberikan pemahaman atau edukasi sejelas-jelasnya tentang Corona itu sendiri.

“Sehingga masyarakat tidak hanya tau dengan namanya saja,tapi tidak tahu apa penyebab serta cara antisipasi agar tidak tertular virus tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Jenni menyebut, Dinkes juga harus update setiap waktu untuk memantau tentang penyebaran virus ini di Indonesia sudah sampai dimana.

“Sehingga setidaknya masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari virus tersebut,” tukasnya.

 

Sumber: Intens News

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply